-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Pak Bupati!! Galian C Marak Di Langkat, Warga : "Kenyang Kami Makan Debu Pak "

Selasa, 07 September 2021 | September 07, 2021 WIB Last Updated 2021-09-08T12:45:30Z

Langkat, sumutposonline.com - Aksi Demo turun kejalan terkait jalan rusak parah yang telah memakan korban di Desa Buluh Telang Sumatera Utara beberapa bulan yang lalu kembali melakukan aksinya 

Tidak tanggung - tanggung salah satu warga masyarakat yang melakukan aksi demo, menahan melintasnya jalannya Truk bermuatan galian c yang melebihi tonasi didepan para pihak kepolisian yang saat itu mengawal aksi para pendemo warga yang diikuti oleh beberapa pemuda dan ibu - ibu rumah tangga berkisar puluhan orang, Langkat (06/09/2021) Pukul 15.00 wib 

Dalam orasinya salah satu warga meminta Bupati dan Polda Sumatera Utara harus melek mata selebar lebarnya dalam kasus galian c ini, apalagi diduga banyaknya galian galian ilegal yang dibiarkan beroperasi, jelas warga yang ber - orasi berdiri diatas bamper Truk saat menahan melintas. 

Salah satu warga bernama "s" dihadapan wartawan membenarkan telah terjadi Kecelakaan dua bulan yang lalu akibat truk yang melintas dijalan yang rusak di desa Buluh Telang. Warga yang berinisial "F" menambahkan bahwa "kami hanya meminta kepada Pengusaha untuk memperhatikan jalan yang rusak, jangan galiannya saja yang mereka bawa tanpa memikirkan nasib warga, terlebih Bupatinya" jelasnya. 

"Kenyang kami makan debu ni pak, sambung pendemo, perwakilan HKI telah  bertemu Tuan Subussalam bulan lalu, dan berjanji untuk memperbaiki jalan, kenyataan tidak ada perbaikan dan perawatannya jalan, percuma saja Pak Made selaku penanggung jawab Zona Tiga dan Humas HKI Pak Andi bertemu beliau guru kami, maksudnya apa, ini panutan kami jangan ingkar janji", tegas "F" perwakilan warga yang demo. 
 
"Kami akan melakukan aksi yang lebih besar lagi kalau tidak ada respon, "kami dua warga Desa yang hadir, Desa Kwala Besilam dan Desa Buluh Telang meminta Bupati Bapak Terbit Rencana Perangin Angin, peduli kepada kami terlebih Pihak Polda Sumatera Utara, karena warga yang sehari hari beraktifitas berakibat menghirup debu kotor dari galian c dan galian yang diduga Ilegal selama hampir dua tahun ini, pungkasnya.

(Red/Tim)
×
Berita Terbaru Update