-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Gawat, Hampir 12 Jam Jalan Lintas Medan – Berastagi Lumpuh Total

Selasa, 04 Januari 2022 | Januari 04, 2022 WIB Last Updated 2022-01-04T06:01:30Z

Karo, sumutposonline.com - Agaknya Pemerintah Sumatera Utara perlu serius memikirkan pembangunan jalan altenatif ataupun mengambil solusi pembangunan Jalan Lintas Berastagi – Medan ini. Karena hampir setiap hari terjadi kemacetan yang tentu menghambat aktivitas masyarakat, baik pelaku usaha, maupun warga yang ingin bepergian.

Seperti yang terjadi tadi malam, Senin (3/1/2022) akibat adanya sebuah kendaraan rusak di Tikungan Amoy di Daerah Bandar Baru, diketahui sejak pukul 22.00 Wib hingga pukul 06.00 Wib pagi ini, Selasa (4/1/2022) terjadi kemacetan panjang, hingga arus lalu lintas Medan – Berastagi lumpuh total.

Padahal jalan ini merupakan Jalan Nasional yang mana, dari Aceh, Sidikalang, Phak – Phak Barat harus melalui jalur ini. Jadi sudah sepantasnya Pemprov Sumatera Utara secepatnya mencari solusi untuk mengatasi kemacetan yang hampir setiap hari terjadi seperti ini.
Seperti yang diungkapkan salah seorang sewa mobil trevel yang turut  bersama kawannya akan berangkat ke Jakarta dengan jam penerbangan pukul 08.00 Wib pagi ini, kami berangkat sore dari Sumbulussalam, tiba di Berastagi pukul 23.00 Wib, dan kami tidak bisa melanjutkan perjalanan akibat arus lalu lintas  Jalan Medan – Berastagi lumpuh total. Kami baru bisa bergerak pukul 06.00 Wib pagi ini, dan tiba di Bandara KNO Internasional pukul 10.00 Wib, kami ketinggalan pesawat, sementara perusahaan penerbangan tidak mau memberikan konfensasi penggantian tiket, sungguh memberatkan bagi kami semua, jadi berapa sudah kerugian kami akibat kemacetan tersebut, jadi mohonlah kepada Pemprov Sumatera Utara agar jalan Medan – Berastagi ini menjadi perioritas utama dalam pembangunan di Sumatera Utara, ujarnya dengan penuh  kekecewaan.

Demikian juga yang diungkapkan oleh nd jeny br Ginting yang salah seorang pedagang sayur mayur di Medan yang belanja di tanah Karo ,mengatakan membawa kami membawa cabe dri tanah Karo dan cabe tersebut klo lebih dari 12 jam dlm plastik maka akan mulai membusuk maka cabe dagangan kami menuju Pasar Induk Medan akan mengalami kerugian bahkan akibat kemacetan yang hampir 12 jam ini, cabenya tadi membusuk tidak bisa dijual lagi, jadi dia mengalami kerugian hampir Rp 8 juta, katanya sambil menitikkan air mata yang tak henti hentinya menoleh ke sana kesini apa kah ada celah untuk lewat.

(T.BUKIT/SPOL) 




×
Berita Terbaru Update