-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Pemeriksaan Klarifikasi Pelatih Biliar Coki Terkait Insiden Penjeweran Ditunda

Jumat, 07 Januari 2022 | Januari 07, 2022 WIB Last Updated 2022-01-07T13:59:03Z


Medan, sumutposonline.com - Pemeriksaan pelatih biliar Khoirudin (Choki) Aritonang soal laporannya atas Gubsu Edy Rahmayadi ke Polda Sumut ditunda. Pihak pengacara Choki meminta ditunda pemeriksaannya. 

"Jadi penasihat hukumnya sudah melayangkan surat kepada Direktorat Kriminal Umum Polda Sumut untuk meminta pengunduran jadwal klarifikasi," kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi kepada wartawan, Jumat (7/1/2022).

Hadi mengatakan penasihat hukumnya meminta agar dijadwalkan ulang. Kata Hadi, ada kemungkinan nanti pada Selasa (11/1/2022).

"Penasihat hukumnya meminta dijadwalkan kalau tidak salah tanggal 11, hari Selasa," ucap Hadi.

Hadi tidak mengetahui secara detail alasan Choki meminta penjadwalan ulang. Tetapi, menurut informasi yang didapatnya, Choki sedang iktikaf.

"Karena alasannya yang bersangkutan sedang iktikaf dan sebagainya. Tetapi penasihat hukum yang lebih tahu," ujar Hadi.

Sebelumnya, peristiwa ini berawal saat pelatih biliar Choki dijewer dan diusir Gubsu pada acara pemberian tali asih pada Senin (27/12/2021). Video aksi Edy menjewer Choki itu viral di berbagai media sosial.

Terkait persoalan insiden penjeweran dalam video, Edy awalnya menyampaikan motivasi agar para atlet untuk membawa kejayaan untuk Sumut. Edy mengatakan, jika Sumut sudah berjaya, atlet bisa mengambil apa pun yang dia mau.

Pernyataan Edy Rahmayadi itu kemudian disambut tepuk tangan seluruh peserta yang hadir dalam kegiatan itu. Namun Edy melihat ada satu orang yang tidak tepuk tangan dan langsung memanggilnya.

"Yang pakai kupluk itu siapa? Yang baju kuning. Kau berdiri. Kenapa kau tak tepuk tangan? Sini, sini," kata Edy seperti dalam video itu.

Edy kemudian menanyakan posisi dia di kegiatan itu. Pria yang dipanggil itu kemudian menjawab bahwa dia adalah pelatih cabang olahraga Biliar.

"Pelatih tak tepuk tangan. Tak cocok jadi pelatih ini," kata Edy sambil menjewer pelatih Biliar itu.

Edy kemudian menjelaskan alasan dirinya menjewer pelatih biliar tersebut. Dia mengatakan menjewer sebagai tanda sayang.

"Jewer sayang itu," ujar Edy saat ditanya soal aksinya itu, Selasa (28/12/2021) lalu.

Kemudian, Choki pun angkat bicara. Dia kemudian melayangkan somasi terhadap Edy. Choki meminta agar Edy meminta maaf secara terbuka. Namun, sampai batas waktu yang telah ditentukan Edy pun tak kunjung menjawab somasi Choki. Akhirnya Choki pun lalu melaporkan peristiwa itu di SPKT Polda Sumatera Utara.

(SEPTIAN/SPOL) 





×
Berita Terbaru Update