-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Ribuan Karyawan PTPN-2 Turun Pertahankan Aset Produktif HGU 62 Penara

Jumat, 01 April 2022 | April 01, 2022 WIB Last Updated 2022-04-01T10:35:19Z
Foto : Karyawan PTPN ll Komitmen Pertahankan Aset HGU 62 yang Masih Produktif


Deliserang | Sumutposonline.com

Pihak PTPN-2 tetap berkomitmen mempertahankan aset HGU 62 yang masih produktif dilokasi Afdeling III di Desa Penara Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. 

Dari pantauan awak media ini, Riibuan Karyawan PTPN-2 diturunkan untuk siaga dilahan perkebunan Kelapa Sawit Afdeling III Kebun Penara di Desa Penara Kecamatan Tanjung Morawa, pada Jumat (01/04/2022).

Turunnya Ribuan Karyawan PTPN-2 tersebut berkaitan adanya rencana Eksekusi Lahan Perkebunan yang akan dilakukan pihak Pengadilan Negeri Lubuk Pakam atas Lahan Seluas 464 Hektare Gugatan Rokani dan Kawan kawan dengan Pendamping Kuasa HKTI.


Sementara Lahan tersebut bukan Eks Lahan PTP IX melainkan Eks PTP II pihak PTPN 2 menolak rencana Eksekusi karena Objek merupakan lahan Hak Guna Usaha no 62 yang aktif dan merupakan aset PTPN2 bukan eks PTPN IX seperti yang dimaksud dalam objek yang diperkarakan.

Massa Karyawan PTPN2 bersiaga sejak pagi dan siap melawan bila pihak Pengadilan Negeri Lubuk Pakam dan Massa Penggarap memaksa untuk melakukan Pembacaan Eksekusi atas Lahan Kebun Sawit Afdeling III Kebun Penara TGP.

Manager Kebun TGP, Irfan Husni saat ditemui di lokasi membenarkan, saat ini ada Ribuan Massa Karyawan PTPN2 berada di lokasi. "Kita sudah berkumpul sejak pagi tadi dan saat ini kondisi Lapangan Masih Kondusif," tuturnya.

Humas PTPN-2 Rahmat Kurniawan menyatakan kepada Awak Media,

" Lahan PTPN-2 Kebun Penara ini bukan Eks PTP IX tapi Eks PTP II jadi apa yang dilakukan Pengadilan Negeri untuk melakukan Eksekusi tidak  sesuai dengan Objek ,"tegas Rahmat Kurniawan

Anto salah seorang karyawan PTPN2  mengatakan, sebagai karyawan PTPN2  merasa memiliki kewajiban melindungi tempat mereka mencari nafkah dan menolak adanya pihak-pihak yang ingin menguasai lahan kerja mereka.

"Kebun ini tempat kami menggantungkan hidup. Kalau lahan ini diambil oleh mafia mafia tanah, dimana lagi kami mau cari makan dan menghidupi keluarga kami? Bisa telungkup periuk kami dan untuk mempertahankannya kami akan melawan mafia mafia itu," terangnya.

(RED/SPOL) 
×
Berita Terbaru Update