-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Virus Bulai Menyerang Tanaman Jagung, Dinas Pertanian Sumut bersama Dinas Pertanian Simalungun Lakukan Monitoring

Senin, 23 Mei 2022 | Mei 23, 2022 WIB Last Updated 2022-05-23T10:26:48Z

SIMALUNGUN | Sumutposonline.com

Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara(Sumut) dan dinas pertanian Simalungun melalui dinas Pengendalian Hama terpadu lakukan monitoring ke daerah, Kelurahan Hutabayu menyusul kian merebaknya serangan virus terhadap tanaman jagung. " Yang menyerang tanaman jagung adalah virus bulai ucap Kaspar Simbolon SP, yang merupakan perwakilan pengendalian Hama prov. sumut untuk Kab.Simalungun. Kaspar menyatakan, bersama jajarannya secara intens melaksanakan monitoring sambil memberikan pemahaman kepada para petani mulai dari ciri-ciri hingga cara penanggulangannya.

Ditemui di Kelurahan Hutabayu, Kec.Hutabayu Raja Senin (23/05/2022), Kaspar memastikan bahwa tanaman jagung adalah terkena virus Bulai, bisa ditanggulangi seiring jajarannya melakukan diseminasi informasi kepada para kelompok tani di Kecamatan Hutabayu Raja. Kaspar Simbolon SP mengatakan, serangan virus bulai ini terjadi akibat adanya bakteri/ jamur didalam tanah,dan diakibatkan cuaca.

"Dengan kondisi seperti ini harus ada pencegahan sejak memulai tanaman jagung, maka kewajiban kami dari dinas pertanian dan UPT ( Unit pelaksana tehknis) untuk menghimbau dan memberikan edukasi terkait wabah virus bulai  yang menyerang saat ini. Dan menginformasikan jenis obat obatan dan cara - cara pencegahan serta penanggulangan nya,” ujar Kaspar Simbolon SP.

Dihadapan para petani, Kaspar Simbolon langsung melakukan penyemprotan tanaman jagung yang diduga terkena virus tersebut dengan menggunakan obat Tricoderma dan bakteri paynimasinuspolimersa, untuk mengantisipasi merebaknya tanaman jagung yang terkena serangan virus, dan memberi tahukan obat-obatan apa yang baik untuk disemprotkan atau disiramkan ke tanaman jagung, agar nantinya tidak berdampak pada kerugian lebih luas lagi, terlebih pada petani yang baru menanam jagung.

Pemerhati petani Kecamatan Hutabayu raja Golang Harianja dalam kegiatan tersebut mengatakan " Terimah kasih atas kedatangan dinas pertanian melalui Dinas pengendalian hama terpadu yang sudah turun langsung kelapangan untuk melihat tanaman jagung yang terkena virus tersebut, dan menyampaikan kepada dinas pengendalian hama terpadu agar benar -  benar melakukan penelitian yang lebih mendalam terhadap virus jagung, karena menurutnya virus jagung yang menyerang tanaman petani bukan virus bulai biasa" ujarnya. Golang Harianja juga berharap kepada pemerintah agar kerugian para petani diganti oleh pemerintah, selain harga bibit yang mahal, juga mengeluarkan dana yang tidak sedikit dalam perawatannya. 

Camat Hutabayu raja Donni Sinaga SH juga menyampaikan ucapan terimah kasih kepada dinas pengendalian hama terpadu provinsi sumatera utara yang sudah datang melihat langsung tanaman jagung yang sudah terkena virus dan berharap tanaman jagung yang terkena virus dapat ditangulangi." Saya tidak mau masyarakat saya megalami kerugian, bagaimana kami menyambung hidup, sekolahkan anak jika pertanian kami rusak diakibatkan virus, masyarakat saya mayoritas adalah petani, dan kiranya temuan penyakit tanaman jagung ini dapat segera ditasi" ujarnya. 

Kordinator PPL Kecamatan Hutabayu Raja Zamruddin Sam SP kepada petani juga menyampaikan " Apabila ada yang terjadi atau masalah dalam perkembangan tanaman pertanian, petani dapat konsultasi kepada saya, atau pun para PPL agar kita dapat mencari solusinya dan petani tidak merugi", ucapnya.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir Camat Hutabayu Raja Doni Sinaga SH, Dinas Pengendalian Hama terpadu Provinsi Sumatera utara Rukito SP, dan Kaspar Simbolon kordinator PPL Hutabayu raja Zamruddin Sam,SP, PPL Hutabayu raja, Tokoh masyarakat, Pemerhati Pertanian Hutabayu raja Golang Harianja, Kelompok tani, dan masyarakat lainnya.

(G.A.S/SPOL) 
×
Berita Terbaru Update