-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

PAPAN VIDIOTRON SARANG TAWON VIRAL DI TANJUNGBALAI, INI PENYEBABNYA

Kamis, 07 Desember 2023 | Desember 07, 2023 WIB Last Updated 2023-12-07T13:29:40Z
Foto : Papan reklame elektronik milik PT. STSA yang menjadi sorotan wartawan

Tanjungbalai | Sumutposonline.com 

Berbagai fakta terungkap pasca pihak PT. PLN (Persero) ULP Kota Tanjungbalai memutus daya listrik papan iklan elektronik milik PT. Sarang Tawon Sukses Abadi (STSA) yang berlokasi di Jalan Pahlawan tepatnya pada dinding gedung kantor Lurah TB II Kecamatan Tanjungbalai Selatan. 

Mulai dari tidak adanya izin penyelenggaraan reklame permanen (IPR), yang dikeluarkan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Pemkot Tanjungbalai. Untuk papan videotron PT. STSA tersebut sesuai pernyataan Bayu Safri Ananda SSTP kepada wartawan. 

" Izinnya terkait reklame digital itu tidak ada, tim teknisnya BPKPAD sifatnya MoU, " sebut Sekretaris DPMPTSP Bayu Safri Ananda SSTP melalui telepon selulernya. 

Selain IPR papan reklame digital tersebut ternyata tidak dikenakan pajak reklame dan pemakaian reklame yang merupakan sumber Pendapat Asli Daerah (PAD). 

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Pemkot Tanjung balai, Siti Fatimah mengatakan videotron tersebut dibebaskan oleh pemerintah kota karena adanya Memorandum Of Understanding (MoU). 

" Itu punya rekanan yang berpartisipasi untuk kota tanjung balai, mereka pakai MoU dengan pemko. Mereka membebaskan Pemkot dalam pemakaian dengan timbal balik tidak dikenakan pajak, " kata Siti melalui pesan WhatsApp kepada wartawan. 

Keterangan Kepala BPKPAD tersebut bertolak belakangan dengan pernyataan Kepala Dinas Kominfo Andrinuka Saptana yang menyatakan bahwa papan Videotron milik PT. STSA itu bersifat komersil, kedepan Videotron itu diharapkan bisa menambah pendapatan asli daerah. 

" Videotron itu milik Sarang Tawon dan sifatnya komersial yang dapat menambah pendapatan asli daerah, " ucap Andrinuka Saptana. 

Tidak sampai disitu, ternyata papan iklan elektronik PT.STSA berdiri setelah pihak Pemkot Tanjung balai membeli ribuan botol produk minuman sirup milik PT. STSA pada bulan April Tahun 2023. 

Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkot Tanjungbalai melalui Kabag Pemerintahan melakukan pembelian ribuan botol minuman sirup yang diproduksi oleh PT. STSA tersebut. 

" Saya hanya mencatatkan pesanan OPD, tapi gak dipaksa. Hampir semua OPD yang memesan untuk detailnya saya gak ingat, " kata Kepala Bagian Pemerintahan Pemkot Tanjung balai, Heri Antoni, dikonfirmasi baru baru ini. 

Saat Heri Antoni ditanya apakah pembelian ribuan botol minuman sirup tersebut termasuk salah satu point kesepakatan dari MoU yang ditanda tangani oleh Walikota Tanjungbalai dengan pihak PT. STSA. 

Heri Antoni mengatakan, tidak mengetahui apa apa yang menjadi kesepakatan antara pihak Pemkot Tanjungbalai dengan pihak PT. STSA, sepengetahuannya MoU tersebut terjadi setelah adanya pembelian ribuan botol sirup itu. 

" Waktunya sudah lama, seingatnya saya setelah ada pemesan baru ada MoU, " Ucapnya. 

Kadis Kominfo Kota Tanjungbalai, Andrinuka Saptana ketika dikonfirmasi wartawan membenarkan adanya MoU antara Pemkot Tanjungbalai dengan pihak PT.STSA. 

" Ya, ada bang " tulis Andrinuka Saptana, Rabu (6/12/2023). 

Saat wartawan menanyakan isi dari MoU yang ditanda tangani oleh orang nomor satu di Pemerintahan Kota Tanjungbalai tersebut Andrinuka Saptana hanya menyatakan isinya terkait untuk meningkatkan penyebarluasan informasi bagi masyarakat dan Pemerintah Kota Tanjungbalai yang sifatnya saling mendukung. 

Diberita sebelumnya, papan reklame elektronik milik PT. Sarang Tawon Sukses Abadi (STSA) yang setiap harinya menampilkan kegiatan Pemkot Tanjungbalai menjadi sorotan sejumlah wartawan karena tidak berfungsi setelah pihak PT. PLN (Persero) ULP Kota Tanjungbalai memutus aliran daya listrik ke papan videotron tersebut. 

Manajer PT. PLN ( Persero ) ULP Tanjungbalai Harry Polmatua Parulian Marbun mengungkapkan pada wartawan videotron yang dilakukan pemutusan daya listrik oleh PLN karena bermasalah pada pemakaian daya listrik. 

" Tim kami sudah melakukan penertiban pemakaian daya yang tidak sesuai untuk pengoperasian " ujar Harry Polmatua Parulian Marbun.

(Syafrizal Manurung/SPOL) 
×
Berita Terbaru Update